Kamis, 27 Februari 2014

Gothic Structure & Ornament (Church and the others)


Arsitektur Gothic adalah gaya arsitektur yang berkembang selama akhir tinggi dan periode abad pertengahan . Hal ini berevolusi dari arsitektur Romawi dan digantikan oleh arsitektur Renaissance .
Berasal dari abad ke-11 Perancis dan abadi ke dalam abad ke-16 , arsitektur Gothic dikenal selama periode sebagai "Gaya Perancis" (Opus Francigenum), dengan jangka Gothic pertama muncul pada bagian akhir dariRenaissance . Karakter fitur termasuk lengkungan menunjuk , yang kubah bergaris dan memperkuat terbang .
arsitektur Gothic yang paling dikenal sebagai arsitektur banyak besar katedral , biara dan paroki gereja-gereja di Eropa. Hal ini juga banyak arsitektur kastil , istana , balai kota , balai serikat , universitas terkemuka dan sampai sejauh kurang, rumah pribadi .
Istilah "Gothic"
" Gothic arsitektur "tidak menyiratkan arsitektur historis Goth . Ia memiliki aplikasi yang lebih luas. Istilah ini berasal sebagai merendahkan deskripsi. Itu datang untuk digunakan sebagai awal tahun 1530-an oleh Giorgio Vasari untuk menggambarkan budaya yang dianggap kasar dan barbar. Pada saat yang Vasari menulis, Italia telah mengalami abad bangunan dalam kosakata arsitektur klasik kembali dalam Renaisans dan dilihat sebagai bukti terbatas baru Golden Age pembelajaran dan perbaikan.
Dalam arsitektur Gothic, kombinasi yang unik dari teknologi yang sudah ada didirikan munculnya gaya bangunan baru. Mereka teknologi adalah ogival atau menunjuk arch , lemari besi berusuk, dan terbang menunjang. Denah gereja gothic seperti salib dengan dengan panjang nave membuat tubuh gereja, sebuah lengan melintang disebut transept dan, di luar itu, perluasan yang mungkin disebut paduan suara , mimbar atau pastoran
Karakteristik dari arsitektur gereja Gothic adalah tinggi, baik mutlak dan sesuai dengan proporsi lebarnya. Satu bagian dari tubuh utama gereja Gothic biasanya menunjukkan nave sebagai jauh lebih tinggi daripada lebar. Di Inggris proporsi ini kadang-kadang lebih besar dari 2:1, sedangkan perbedaan proporsional terbesar dicapai adalah di Cologne Cathedral dengan rasio 3.6:1. Kubah internal tertinggi di Katedral Beauvais pada 48 meter (157 kaki).
Salah satu karakteristik yang paling khas arsitektur Gothic adalah wilayah luas dari jendela pada Sainte Chapelle dan ukuran yang sangat besar dari jendela banyak individu, seperti di York Minster , Gloucester Cathedraldan Milan Cathedral serta pada jendela tersebut digunakannya kaca patri sebagai tambahan interior gereja. Peningkatan dalam ukuran antara jendela periode Romawi dan Gothic terkait dengan penggunaan kubah berusuk, dan khususnya, kubah bergaris berat menunjuk yang disalurkan ke poros kurang mendukung dengan daya dorong ke luar dari kubah setengah lingkaran. Dinding tidak perlu begitu berat.






Pesona Kota Cantik pada malam hari

Lokasi : Jl. Imam Bonjol
Take with D3000
F. 5.6
ISO 200
12 second
Jika mengaca pada sejarah maka palangkaraya belum memiliki umur yg dapat dikatakan kota yang bersejarah bagi negara R.I, akan tetapi bila menilik dari perkembangan serta laju pertumbuhan serta pembangunan juga sektor ekonomi maka layaklah Palangkaraya masuk dalam kategori kota yang berkembang dalam laju yang cukup pesat.

Betang dikawasan Pameran Budaya & Pariwista Kota Palangkaraya
Take with D3000
F.7
ISO 100
1/20
Rumah adalah tempat hunian ideal bagi manusia pada umumnya. Di negara Indonesia yang multi-etnis ini, rumah juga kerapkali dijadikan sebagai simbol representatif dari suku-suku tertentu. Dalam tulisan ini, penulis secara khusus membahas soal rumah betang yang menjadi tempat hunian khas masyarakat Dayak. Bagi masyarakat Dayak, rumah betang tidak hanya sekedar menjadi simbol representatif kebudayaan sukunya. Lebih dari itu, rumah betang juga merupakan salah satu karakteristik kebudayaan Dayak. Dengan memasang terminologi “karakteristik” sebenarnya dimaksudkan bahwa rumah betang tidak hanya sekedar tempat tinggal layaknya tempat penampungan yang “biasa-biasa” saja. Meskipun bentuk, bahan bangunan dan isi yang ada di dalamnya tidak semewah yang kita bayangkan, namun bagi orang Dayak rumah betang itu sarat makna. Persepsi suku Dayak tentang rumah betang tercakup dalam beberapa aspek penting dari rumah betang itu sendiri, yaitu aspek penghunian, aspek hukum dan peradilan, aspek ekonomi dan aspek perlindungan serta keamanan. Telah sekian lama rumah betang menjadi hunian kebanggaan masyarakat Dayak. Di tempat inilah segala proses kehidupan masyarakat Dayak mulai dari awal hingga akhir terjadi. Di sinilah semangat persaudaraan, kerjasama dan dialog terjalin dengan sangat baik. Namun ironisnya, di tengah kebanggaan itu terselib kegelisahan dan kepanikan yang luar biasa mana kala hunian yang menjadi kebanggaan sekaligus cerminan karakter masyarakat Dayak ini ikut tergerus oleh perkembangan zaman yang dahsyat. Karena sentuhan modernisasi semakin dominan, banyak rumah bentang yang hanya “tinggal kenangan”. Sayangnya, banyak masyarakat kita khususnya orang Dayak belum sungguh-sungguh menyadari “kehilangan” besar yang sedang dialaminya. Mereka seakan diam seribu bahasa menyaksikan perubahan yang dahsyat itu. Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mengapa hal itu terjadi? Dan apa dampaknya bagi perkembangan karakteristik kebudayaan masyarakat Dayak sendiri? Pertanyaan-pertanyaan ini masih jauh dari benak masyarakat Dayak yang belum menyadari akar serta dampak dari “kehilangan” besar yang sedang dialaminya.